Para Keluarga Terkaya Dunia Berinvestasi Lebih Banyak di Private Equity

Bisnis  
Para keluarga kaya dunia investasi di private equity (foto: spyre.group).
Para keluarga kaya dunia investasi di private equity (foto: spyre.group).

Private equity atau kelas investasi alternatif yang terdiri dari modal tidak terdaftar di bursa, membukukan pengembalian yang luar biasa tahun lalu. Ini karena triliunan dolar AS dalam stimulus terkait pandemi mendorong lonjakan rekor dalam pembuatan kesepakatan dengan nilai keseluruhan pada tahun 2021 dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

Menjadi wajar ketika para keluarga terkaya di dunia memasukkan lebih banyak uang ke private equity daripada di kelas aset tradisional seperti pendapatan tetap alias fixed income dan saham pada tahun 2021. Sebuah laporan tahunan oleh bank Swiss UBS dikutip dari kantor berita Antara, Senin, 20 Juni 2022, menunjukkan, para keluarga kaya itu berusaha untuk meningkatkan hasil investasi.

Sebaliknya, pendapatan tetap menghadapi tahun kemarau karena suku bunga mendekati nol sehingga melemahkan daya tariknya sebagai tempat berlindung yang aman selama gejolak pasar. Sementara valuasi yang tinggi di pasar ekuitas yang bergejolak menghalangi investor.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Investasi ke private equity oleh keluarga terkaya di dunia meningkat secara konsisten antara 2019 dan 2021. Ini berdasarkan survei untuk laporan UBS dari 221 kantor keluarga yang mengawasi aset senilai 493 miliar dolar AS. Alokasi langsung sebagai persentase dari total investasi naik menjadi 13 persen pada tahun 2021 dari 10 persen pada tahun sebelumnya. Sementara alokasi tidak langsung adalah 8,0 persen tahun lalu, dibandingkan 7,0 persen tahun sebelumnya.

Sementara itu, investasi pendapatan tetap turun dua poin persentase pada tahun 2021 menjadi 11 persen dari tahun sebelumnya. Sementara investasi private equity stabil di sekitar 24 persen. Bahkan investasi real estat, favorit tradisional, turun menjadi 12 persen tahun lalu dari 13 persen pada tahun 2020.

Unit manajemen kekayaan UBS mengelola aset lebih dari 3 triliun dolar AS. Bank terkenal itu karena mengeklaim sebagai bank yang mengelola lebih dari setengah miliarder dunia.

Laporan tersebut dipantau secara luas oleh komunitas investasi karena menyoroti kebiasaan berinvestasi para investor miliarder ini. Sekitar 63 persen dari kantor keluarga yang disurvei menyatakan tidak lagi merasa pendapatan tetap berkualitas tinggi membantu mendiversifikasi risiko portofolio secara keseluruhan.

Mayoritas juga mengandalkan strategi manajer aktif daripada mengambil rute pasif. Sekitar 81 persen dari kantor keluarga yang disurvei telah menginvestasikan hampir 3,0 persen ke dalam mata uang kripto, terutama untuk mempelajari tentang teknologi dan menghasilkan pengembalian investasi yang lebih baik.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

email: caricuan.republika@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image