Waspada, Perilaku Pamer di Medsos Bisa Membawa Petaka

Medsos  
Waspada pamer di medsos/ilustrasi (foto: pixabay).
Waspada pamer di medsos/ilustrasi (foto: pixabay).

Flexing merupakan perilaku memamerkan kekayaan, termasuk pamer yang berlebih-lebihan atas pencapaian di media sosial (medsos). Fenomena flexing di medsos ini menjadi genre tersendiri dan sangat populer.

Beberapa contoh dari perilaku flexing adalah berfoto dengan barang mewah milik pribadi, membagikan foto barang mewah, memamerkan foto pribadi dengan pencapaian yang dimiliki, dan menulis tentang kisah tentang kekayaan yang dimiliki.

"Berlebihan berbagi di medsos akan rentan dengan peretasan data pribadi," ujar Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia, Cut Meutia Karolina, dalam siaran kepada media, Kamis, 23 Juni 2022.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Jika kebablasan, Meutia mengatakan, flexing akan membawa kerugian. Salah satunya informasi penting yang bocor secara tak sengaja dari ketidaksadaran sewaktu berlebihan membagikan informasi di medsos. Padahal, perlindungan data pribadi menjadi aspek keamanan digital.

Secara nyata perilaku flexing akan mempermudah pelaku kejahatan di dunia maya melakukan aksinya. Ibarat pemilik rumah memberikan kunci untuk membobol rumah kepada pelaku kejahatan.

Perilaku flexing yang biasanya tanpa sadar dilakukan ikut mengungkap data pribadi yang sering menjadi konten. Antara lain pengungkapan data KTP, data ijazah, identitas lengkap vaksinasi, foto lengkap kartu kredit, foto lengkap kartu keluarga, termasuk data kesehatan.

Tak hanya terkait dengan perilaku pamer di medsos. Keamanan digital yang turut menjadi perhatian saat aktivitas berinternet semakin masif adalah berbelanja online.

Pegiat Literasi Digital dan Dosen Fikom Universitas Pancasila, Anna Agustina, dalam webinar Makin Cakap Digital 2022 Segmen Pendidikan DKI Jakarta dan Banten, mengungkapkan interaksi pengguna internet di Indonesia semakin tinggi untuk belanja online. Bahkan, kini generasi milenial sudah terbiasa untuk bertransaksi membeli game online.

Menurut Anna, pengguna sering kali kurang detail memerhatikan izin layanan saat mengunduh aplikasi ketika pihak pengelola meminta akses. Begitu pula penekanan pada kerahasiaan password, alamat email, nomor telepon, rekening bank, dan berbagai jenis data yang mungkin bocor hingga bisa dimanfaatkan untuk kejahatan di dunia maya.

"Ingat kembali bahwa keamanan digital sebagai proses untuk memastikan pengguna layanan digital baik secara daring dan luring dapat dilakukan secara aman. Tidak hanya untuk mengamankan data yang dimiliki, melainkan juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia," kata Anna menjelaskan.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image