Harga Ethereum Terus Melonjak 4.000 Kali Lipat dalam 8 Tahun, Pria Ini Kini Panen Rp 9,8 Miliar

Bisnis  
Aset kripto ethereum/ilustrasi. (foto: pixabay)
Aset kripto ethereum/ilustrasi. (foto: pixabay)

Siapa yang menyangka satu ethereum telah melonjak lebih dari 4.000 kali lipat dalam kurun waktu delapan tahun? Ethereum yang sebelumnya hanya bernilai 30 cent atau Rp 4.600 pada 2014, kini telah melonjak menjadi Rp 18 juta! Inilah yang dirasakan oleh Chief Technology Officer (CTO) Indodax, William Sutanto.

Awalnya, William tidak sadar dirinya pernah membeli Ethereum. Berawal dari fear of missing out (FOMO) setelah mendengar kabar Co-Founder Ethereum, Vitalik Buterin menjual 3.000 ETH, ia iseng membuka email lama yang digunakan saat awal masuk ke dunia kripto.

Saat mengecek e-mail lama, tidak disangka ternyata William sempat membeli presale Ethereum pada 2014 sebanyak 500 ETH yang masih tersimpan di wallet lama. Kini 500 ETH yang dibelinya seharga 150 dollar AS atau sekitar Rp 2 jutaan kala itu, telah mengendap menjadi Rp 9,8 miliar.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Saya sangat terkejut dan baru teringat pernah memiliki total 500 ethereum wallet yang sudah lama tidak pernah saya buka lagi dan menghabiskan waktu berjam jam untuk membukanya. Ethereum yang saya peroleh adalah ethereum yang saya beli saat presale via initial coin offering (ICO) pada 2014,” ujar William dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/11/2022).

Kabar gembira ini awalnya ditemukan oleh akun Twitter @lookonchain, “Alamat yang berpartisipasi dalam ICO Ethereum bangun setelah 7,3 tahun dormansi. Dia mendapat 500 ETH dolar AS (627.024 dolar AS) dan ditransfer ke williamsutanto”.

Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh akun @WilliamSutanto, “Dikonfirmasi! Setelah membaca @VitaliKButerin jual 3000 ETH, saya iseng memeriksa email lama. Ternyata masih ada 500 ETH presale yang belum saya klaim.”

Sebagai crypto enthusiast, William mengalami sendiri bahwa aset kripto yang dibelinya merupakan aset investasi masa depan yang menjanjikan. Kejadian yang terjadi pada William ini merupakan salah satu fakta yang bisa mematahkan mitos bahwa kripto adalah aset jangka pendek.

“Padahal, jika kita jeli melihat peluang dan mempelajari whitepaper dari project project tersebut cukup banyak projek yang memang bagus dan worth untuk disimpan dalam jangka panjang,” jelas William.

Nah, lanjut William, untuk mencari aset yang menjanjikan di masa depan, jangan lupa untuk memilih token dengan bijak dan melakukan deep research yang punya peluang pada masa depan.

“Fokus pada investasi jangka panjang, mengamankan aset, memilih token dengan fundamental yang baik dan jelas sehingga bisa memprediksi masa depan kripto yang akan dibeli. Gunakan exchange yang terpercaya dan berlisensi seperti Indodax, dan percaya bahwa market bearish hanyalah siklus yang tidak akan berlangsung lama,” kata William memberi saran.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

email: caricuan.republika@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image