Viral Ghozali Raih Miliaran Lewat NFT, Bisa Tiru Caranya Belum Tentu dengan Rezekinya

Gaya Hidup  
Ghazali Evereyday mampu menjual karya berupa NFT di OpenSea dan dihargai hingga miliaran rupiah.
Ghazali Evereyday mampu menjual karya berupa NFT di OpenSea dan dihargai hingga miliaran rupiah.

Nama Sultan Gustaf AL Ghozali alias Ghozali Everyday pada Januari 2022 viral setelah ia mendadak menjadi miliarder berkat koleksi foto selfie-nya yang dijual dalam bentuk aset digital non-fungible token (NFT) di OpenSea. Koleksi NFT yang berjudul Ghozali Everyday ramai diburu para kolektor aset digital.

Saat ini koleksi NFT Ghozali tercatat 933 item foto selfie. Awalnya, NFT ini hanya diberi harga 0,001 ETH (Ethereum) atau 3,34 dolar AS atau sekitar Rp 47 ribu. Tapi kini harga penjualan tertinggi dari salah satu NFT-nya yang berjudul Ghozali_Ghozalu #311 adalah 11 ETH atau sekitar Rp 47 miliar.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Prodi Animasi D-4 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang itu sukses meraup cuan dari konsistensi menjual foto selfie yang diambil dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Bagi yang masih awam dengan istilah NFT, bisa dibilang bahwa ini adalah salah satu aset digital berbasis teknologi blockchain. Blockchain bisa disebut buku besar digital mirip dengan jaringan yang mendukung bitcoin dan mata uang digital (cryptocurrency) lain. Aset digital ini telah menarik minat investasi masyarakat Indonesia dalam hal mata uang kripto. NFT digunakan sebagai bukti kepemilikan barang yang dapat dibeli dengan mata uang kripto.

NFT diperdagangkan memakai ethereum (ETH), koin buatan Ethereum. Seperti namanya, non-fungible, NFT merupakan aset digital yang mewakili barang berharga dengan nilai yang tak bisa ditukar atau digantikan.

Tiap NFT mengandung catatan transaksi dalam blockchain yang berisi data penciptanya, harga, serta histori kepemilikannya. Pada dasarnya, pemilik NFT memiliki hak milik penuh.

Barang yang dapat dibeli di NFT meliputi beragam media, mulai dari karya seni, klip video, musik, avatar, dan sebagainya. Selain itu, NFT umumnya muncul dalam format digital, seperti Joint Photographic Experts Group (JPEG), Portable Network Graphics (PNG), Graphics Interchange Format (GIF), dan lainnya.

Setelah memiliki NFT, pengguna bisa melakukan jual beli dengan baik. Pengguna dapat mulai menjual NFT dengan mencetak salah satu aset digital sebagai NFT. Pengguna bisa mencetak kreasi digital apapun sebagai NFT, mulai dari seni, tulisan, musik, hingga video game.

Sangat mudah untuk mengubah dokumen menjadi NFT, tentu dengan mengikuti beberapa langkah sederhana. Harga jual akhir karya itu akan bergantung pada faktor subjektif seperti kreativitas, kualitas, dan reputasi di antara calon pelanggan.

Ada tiga pilar yang harus dipahami saat membuat project NFT. Pertama, rarity, karya NFT harus memiliki unsur kelangkaan atau keunikan agar tidak umum. Kedua, utility, karya NFT harus memiliki additional value yang ditawarkan kepada para pemegang NFT. Terakhir, community, karya NFT akan sukses jika dibangun atas interest yang sama dari banyak individu agar memilki value.

Menurut The Motley Fool, langkah pertama untuk menghasilkan uang dari NFT adalah memilih pasar NFT yang tepat. Pasar ini layaknya sebagai Amazon-nya atau Tokopedia-nya dari dunia NFT, berupa gudang online karya digital yang dapat dibeli atau dijual. Ada lusinan pasar dan banyak di antaranya berspesialisasi dalam jenis aset digital tertentu.

Tim Cari Cuan mencoba menjual koleksi NFT di OpenSea.
Tim Cari Cuan mencoba menjual koleksi NFT di OpenSea.

Pasar atau marketplace NFT yang paling populer saat ini adalah OpenSea. Situs atau aplikasi OpenSea bisa dibilang menawarkan pasar NFT terbesar dan paling beragam. OpenSea seperti galeri daring tempat pengguna bisa menelusuri seni digital, kartu perdagangan, dan koleksi lain.

Meskipun belum ada laporan mengenai jumlah transaksi NFT di Indonesia, platform pelacak pasar, Dappradar, melaporkan tren transaksi penjualan NFT secara global menyentuh angka 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp 357 triliun sepanjang 2021, seiring makin populernya aset kripto.

Kehadiran NFT yang terus naik daun dalam beberapa waktu terakhir plus viralnya Ghozali tentu menggugah banyak orang, termasuk di Indonesia, untuk ikut mencoba terjun ke dalam salah satu aset digital berbasis teknologi blockchain tersebut. Namun, karena NFT masih terbilang baru dan awam bagi banyak orang, penting untuk sadar apa saja yang harus diperhatikan sebelum mulai bertransaksi dan berkarya dengan NFT.

Calon kreator maupun konsumen yang tertarik untuk berkecimpung di NFT perlu mengetahui batas kemampuan dalam bertransaksi. Pada dasarnya, ini mirip dengan investasi apa pun. Sebaiknya menggunakan sesuai kemampuan dan jangan transaksi di luar kemampuan.

Lebih baik untuk memperbanyak wawasan terlebih dahulu sebelum benar-benar memulai bertransaksi. Kehati-hatian adalah salah satu hal yang tidak kalah pentingnya. Lantaran viral, mungkin akan banyak yang ikut coba-coba. Sudah menjadi rahasia umum, orang Indonesia selama ini terkenal latah dan gemar mengikuti tren.

Sebaiknya calon pengguna harus tahu apa yang bisa diikuti, apa yang bisa diambil nilainya, agar bisa lebih kreatif dan unik lalu mencoba menjualnya ke orang-orang. Kreator mampu melihat opportunity, tapi perlu diingat bahwa membuat karya pun ada rangkaiannya. Ada proses panjang yang mesti dijalani. Siapapun calon pengguna harus belajar agar bisa sukses membuat dan menghasilkan karya.

Intinya, jika tertarik untuk terjun ke bisnis ini, pengguna harus paham terlebih dulu pasar NFT. Belum lagi bila mencoba berinvestasi di NFT yang berisiko tinggi karena pasar di dalamnya belum stabil. Ini karena NFT masih terbilang baru dan akan berkembang. Namun, itu pun tergantung pada generasi yang akan datang apakah tertarik atau tidak.

Selain itu, sistem NFT masih belum ramah pengguna alias membingungkan. Mungkin dengan sedikit berusaha pengguna baru bisa mengikuti cara-cara atau langkah Ghozali yang mampu menjual koleksi NFT-nya hingga miliaran rupiah. Tapi sekali lagi perlu diingat baik-baik, siapa pun bisa meniru cara Ghozali, tapi belum tentu bisa meniru rezekinya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

email: caricuan.republika@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image